UPLOAD
Showing posts with label biologi. Show all posts
Showing posts with label biologi. Show all posts
BAHAN ULUM BIO
Added Jan 6, 2010, Under: biologi
ket : klik judul posting ini untuk melihat gambar dengan lebih jelas, thx

lanjutan soal uh hereditas, dri link di atas..


jwban uh jon





lanjutan soal uh hereditas, dri link di atas..


jwban uh jon




By onlineshop with
PUJ - 4
Added Jan 6, 2010, Under: biologi
Transfer Elektron
Reaksi ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria .
Hidrogen dari Siklus Krebs yang tergabung dalam FADH2 dan NADH diubah menjadi elektron dan proton.
Golongan ini mencakup NAD, FAD (yang terikat dengan NADH dehidrogenase), ubikuinon, dan protein sitokrom. Pada sistem elektron ini, oksigen adalah akseptor elektron yag terakhir. Setelah menerima elektron, O2 akan bereaksi dengan H+ membentuk H2O.
ATP yang dihasilkan adalah respirasi seluler (total) adalah 38 ATP. Perinciannya :
Secara tidak langsung lewat sistem transfer elektron :
Glikolisis 2 NADH = 6 ATP
Oksidasi piruvat 2 NADH = 6 ATP
Siklus Krebs 6 NADH + 2FADH2 = 22 ATP
Jumlah 34 ATP.
Secara langsung :
Glikolisis 2 ATP
Siklus Krebs 2 ATP
Jumlah 4 ATP
Total 38 ATP
Tapi hasil akhirnya adalah 38-2=36 ATP (Raven et al. 2005). Kenapa?
Pada sel eukariot, glikolisis berlangsung di sitoplasma sedangkan siklus Krebs berlangsung di mitokondria. Oleh karena itu sel harus mentranspor dua molekul NADH yang dihasilkan pada glikolisis menyeberangi membran mitokondria. Untuk transpor satu molekul NADH melewati membran mitokondria diperlukan 1 ATP sehingga untuk 2 mol NADH diperlukan 2 ATP. Dengan demikian, ATP bersihnya adalah 38-2=36 ATP.
Reaksi Transpor Elektron
10NADH + 10H(plus) +5O2 menjadi 10NAD(plus) + 30 ATP+10H2O — 1 NADH = 3ATP, 10 NADH = 30 ATP
2FADH2 + O2 menjadi 2FAD + 4ATP + 2H2O
Total ATP=34 ATP
Total H2O=12H2O
Jadi reaksi respirasi sel yang lengkap :
Glukosa + 6H2O + 6O2 menjadi 6CO2 + 12H2O + Energi (36ATP & Energi panas) dengan ENTALPI -686 KJ.
Respirasi Aerob & Respirasi Anaerob(Fermentasi/Respirasi Intramolekul)
Reaksi yang Aerob :
Glukosa menjadi 6 karbon dioksida + 6 air + 675 kal + 38 ATP.
Sedangkan Anaerob :
Glukosa menjadi 2C2H5OH + 2CO2 + 21 kal + 2 ATP
*Asam Piruvat dalam Respirasi Anaerob
Reaksi (menjadi etanol) :
CH3.CO.COOH (asam piruvat) di dekarboksilase dengan piruvat menjadi CH3.CHO + CO2 (asetaldehid) ditambah alkohol dehidrogenase + NAD.H2 menjadi CH3.CH2.OH(etanol) + NAD(plus) + energi
Reaksi (menjadi asam laktat) :
CH3.CO.COOH (asam piruvat) + NAD.H2 di dehidrogenase dengan asam susu menjadiCH3.CHOH.COOH(asam laktat) + NADplus +energi.
Timbunan asam laktat menyebabkan pH otot turun, sehingga kapasitas serat otot turun, akhirnya otot menjadi lelah. Bisa diubah kalau oksigennya sudah cukup (=istirahat). Laktat kemudian dibawa ke liver untuk diubah menjadi asam piruvat kembali kalau oksigennya sudah memadai.
Reaksi ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria .
Hidrogen dari Siklus Krebs yang tergabung dalam FADH2 dan NADH diubah menjadi elektron dan proton.
Golongan ini mencakup NAD, FAD (yang terikat dengan NADH dehidrogenase), ubikuinon, dan protein sitokrom. Pada sistem elektron ini, oksigen adalah akseptor elektron yag terakhir. Setelah menerima elektron, O2 akan bereaksi dengan H+ membentuk H2O.
ATP yang dihasilkan adalah respirasi seluler (total) adalah 38 ATP. Perinciannya :
Secara tidak langsung lewat sistem transfer elektron :
Glikolisis 2 NADH = 6 ATP
Oksidasi piruvat 2 NADH = 6 ATP
Siklus Krebs 6 NADH + 2FADH2 = 22 ATP
Jumlah 34 ATP.
Secara langsung :
Glikolisis 2 ATP
Siklus Krebs 2 ATP
Jumlah 4 ATP
Total 38 ATP
Tapi hasil akhirnya adalah 38-2=36 ATP (Raven et al. 2005). Kenapa?
Pada sel eukariot, glikolisis berlangsung di sitoplasma sedangkan siklus Krebs berlangsung di mitokondria. Oleh karena itu sel harus mentranspor dua molekul NADH yang dihasilkan pada glikolisis menyeberangi membran mitokondria. Untuk transpor satu molekul NADH melewati membran mitokondria diperlukan 1 ATP sehingga untuk 2 mol NADH diperlukan 2 ATP. Dengan demikian, ATP bersihnya adalah 38-2=36 ATP.
Reaksi Transpor Elektron
10NADH + 10H(plus) +5O2 menjadi 10NAD(plus) + 30 ATP+10H2O — 1 NADH = 3ATP, 10 NADH = 30 ATP
2FADH2 + O2 menjadi 2FAD + 4ATP + 2H2O
Total ATP=34 ATP
Total H2O=12H2O
Jadi reaksi respirasi sel yang lengkap :
Glukosa + 6H2O + 6O2 menjadi 6CO2 + 12H2O + Energi (36ATP & Energi panas) dengan ENTALPI -686 KJ.
Respirasi Aerob & Respirasi Anaerob(Fermentasi/Respirasi Intramolekul)
Reaksi yang Aerob :
Glukosa menjadi 6 karbon dioksida + 6 air + 675 kal + 38 ATP.
Sedangkan Anaerob :
Glukosa menjadi 2C2H5OH + 2CO2 + 21 kal + 2 ATP
*Asam Piruvat dalam Respirasi Anaerob
Reaksi (menjadi etanol) :
CH3.CO.COOH (asam piruvat) di dekarboksilase dengan piruvat menjadi CH3.CHO + CO2 (asetaldehid) ditambah alkohol dehidrogenase + NAD.H2 menjadi CH3.CH2.OH(etanol) + NAD(plus) + energi
Reaksi (menjadi asam laktat) :
CH3.CO.COOH (asam piruvat) + NAD.H2 di dehidrogenase dengan asam susu menjadiCH3.CHOH.COOH(asam laktat) + NADplus +energi.
Timbunan asam laktat menyebabkan pH otot turun, sehingga kapasitas serat otot turun, akhirnya otot menjadi lelah. Bisa diubah kalau oksigennya sudah cukup (=istirahat). Laktat kemudian dibawa ke liver untuk diubah menjadi asam piruvat kembali kalau oksigennya sudah memadai.
yg mgkn belum ad di scan mgkn ad di tulisan diatas ini, thx
By onlineshop with
PUJ - 2
Added Jan 6, 2010, Under: biologi
Berlangsung : di matriks mitrokondria.
Fragmen berkarbon dua asetil KoA memasuk siklus, dan dua mol CO2 serta 8 elektron dilepaskan.
Siklus Krebs berlangsung dalam 9 tahap reaksi sebagai berikut :
Reaksi 1 : Kondensasi
Gugus berkarbon 2, asetil KoA, bergabung dengan molekul berkarbon 4, oksaloasetat, membentuk molekul berkarbon 6 (sitrat). Reaksi ini irreversible.
Reaksi 2 dan 3 : Isomerasi
Supaya reaksi oksidasi dapat berlangsung, gugus hidroksil (-OH) pada sitrat harus diatur kembali dan ini terjadi melalui dua tahap. Pertama, molekul air dibuang dari satu karbon kemudian air ditambahkan ke karbon yang berbeda. Hasilnya H dan OH bertukar posisi.Produknya adalah isomer sitrat (isositrat)
Reaksi 4 : Oksidasi pertama
Isositrat mengalami reaksi dekarboksilasi oksidatif. Mula-mula isositrat dioksidasi menghasilkan sepasang elektron, dan mengubah NAD+ menjadi NADH. Kemudian terjadi dekarboksilasi, atom karbon membelah membentuk CO2, menghasilkan karbon berkarbon 5, alpha-ketoglutarat .
Reaksi 5 : Oksidasi kedua
Alpha ketoglutarat didekarbksilasi oleh kompleks multienzim yang mirip dengan piruvat dehidrogenase. Setelah CO2 terbuang yang tersisa adalah gugus suksinil yang bergabung demgam koenzim A membentuk suksinil KoA. Dalam proses ini terjadi reduksi NAD+ menjadi NADH dan dihasilkan dua elektron.
Reaksi 6 : Fosforilasi
Ikatan antara gugus berkarbon 4 suksinil dan KoA adalah ikatan berenergi tinggi. Melalui reaksi yang mirip dengan yang terjadi pada glikolisis, ikatan ini memisah. Energi yang dilepaskan memicu fosforilasi guanosin difosfat (GDP) menjadi GTP yang siap diubah menjadi ATP. Fragmen berkarbon 4 yang terbentuk disebut suksinat.
Reaksi 7 : Oksidasi ketiga
Suksinat dioksidasi menjadi fumarat. Yang berperan sebagai penerima elektron adalah flavin adenin dinukleotida (FAD). FAD merupakan bagian dari membran dalam mitokondria. FAD melepaskan elektron dan menjadi FADH2.
Reaksi 8 dan 9 : Pembentukan kembali oksaloasetat
Pada dua reaksi terakhir, molekul air ditambahkan pada fumarat untuk membentuk malat. Malat kemudian teroksidasi menghasilkan oksaloasetat berkarbon empat dan dua elektron sehingga NAD+ berubah menjadi NADH. Oksaloasetat dapat bergabung kembali dengan gugus asetil berkarbon dua, asetil KoA, dan siklus kembali berulang.
Produk Siklus Krebs
Siklus Krebs menghasilkan 2 mol ATP per molekul glukosa, sama dengan yang dihasilkan gilkolisis. Siklus Krebs juga menghasilkan banyak elektron yang dapat diberikan ke rantai transpor elektron untuk mensintesis lebih banyak ATP.
Fragmen berkarbon dua asetil KoA memasuk siklus, dan dua mol CO2 serta 8 elektron dilepaskan.
Siklus Krebs berlangsung dalam 9 tahap reaksi sebagai berikut :
Reaksi 1 : Kondensasi
Gugus berkarbon 2, asetil KoA, bergabung dengan molekul berkarbon 4, oksaloasetat, membentuk molekul berkarbon 6 (sitrat). Reaksi ini irreversible.
Reaksi 2 dan 3 : Isomerasi
Supaya reaksi oksidasi dapat berlangsung, gugus hidroksil (-OH) pada sitrat harus diatur kembali dan ini terjadi melalui dua tahap. Pertama, molekul air dibuang dari satu karbon kemudian air ditambahkan ke karbon yang berbeda. Hasilnya H dan OH bertukar posisi.Produknya adalah isomer sitrat (isositrat)
Reaksi 4 : Oksidasi pertama
Isositrat mengalami reaksi dekarboksilasi oksidatif. Mula-mula isositrat dioksidasi menghasilkan sepasang elektron, dan mengubah NAD+ menjadi NADH. Kemudian terjadi dekarboksilasi, atom karbon membelah membentuk CO2, menghasilkan karbon berkarbon 5, alpha-ketoglutarat .
Reaksi 5 : Oksidasi kedua
Alpha ketoglutarat didekarbksilasi oleh kompleks multienzim yang mirip dengan piruvat dehidrogenase. Setelah CO2 terbuang yang tersisa adalah gugus suksinil yang bergabung demgam koenzim A membentuk suksinil KoA. Dalam proses ini terjadi reduksi NAD+ menjadi NADH dan dihasilkan dua elektron.
Reaksi 6 : Fosforilasi
Ikatan antara gugus berkarbon 4 suksinil dan KoA adalah ikatan berenergi tinggi. Melalui reaksi yang mirip dengan yang terjadi pada glikolisis, ikatan ini memisah. Energi yang dilepaskan memicu fosforilasi guanosin difosfat (GDP) menjadi GTP yang siap diubah menjadi ATP. Fragmen berkarbon 4 yang terbentuk disebut suksinat.
Reaksi 7 : Oksidasi ketiga
Suksinat dioksidasi menjadi fumarat. Yang berperan sebagai penerima elektron adalah flavin adenin dinukleotida (FAD). FAD merupakan bagian dari membran dalam mitokondria. FAD melepaskan elektron dan menjadi FADH2.
Reaksi 8 dan 9 : Pembentukan kembali oksaloasetat
Pada dua reaksi terakhir, molekul air ditambahkan pada fumarat untuk membentuk malat. Malat kemudian teroksidasi menghasilkan oksaloasetat berkarbon empat dan dua elektron sehingga NAD+ berubah menjadi NADH. Oksaloasetat dapat bergabung kembali dengan gugus asetil berkarbon dua, asetil KoA, dan siklus kembali berulang.
Produk Siklus Krebs
Siklus Krebs menghasilkan 2 mol ATP per molekul glukosa, sama dengan yang dihasilkan gilkolisis. Siklus Krebs juga menghasilkan banyak elektron yang dapat diberikan ke rantai transpor elektron untuk mensintesis lebih banyak ATP.
By onlineshop with











